Saturday, December 6, 2014 2:40 AM

Ayam Betutu


Ayam betutu merupakan makanan khas Bali yang terkenal pedasnya & rasanya yang kaya akan rempah. Bagi pecinta pedas patut mencoba ayam betutu ini. Apabila ingin mencoba makanan ini silahkan mampir ke Gilimanuk atau bisa memasak sendiri dirumah ^^ 

Di Gilimanuk sendiri, selepas keluar dari pelabuhan akan banyak terlihat kedai atau warung yang menyajikan menu makanan yang satu ini. Ada yang kuah & yang goreng. Sesuai selera saja. Kalau aku sendiri lebih suka yang goreng karena rasanya tidak terlalu pedas. hehehe.... 

Untuk mengobati kangen ayam betutu ini, kadang aku memasak sendiri dirumah. Sudah ketiga kali ini aku mencoba membuatnya. Pertama kali membuat rasanya terlalu manis (efek lidah Jawa), kedua & ketiga hampir samalah dengan ayam betutunya bu Lina yang di Gilimanuk ^^ Untuk resepnya sendiri aku intip disini Sebagai pelengkapnya aku juga membuat sambal matah, kacang goreng & lalapan.

Resep sambal matah (versiku) :
  • 5 buah cabe rawit
  • 5 batang serai, ambil bagian putihnya
  • 3 siung bawang merah
  • 1 buah tomat, buang bijinya
  • garam secukupnya
  • minyak goreng panas secukupnya
Cara membuat sambal matah :
  1. potong kecil semua bahan, beri garam secukupnya
  2. siram dengan minyak goreng panas secukupnya

Saturday, November 29, 2014 10:24 PM

Pempek Dos (tanpa ikan)



Harga ikan mahal, tapi ingin membuat pempek?! Tentu bisa bunda, namanya pempek DOS. Sudah ketiga kali ini aku buat tapi baru kesampaian membagi resepnya. Resepnya dari bunda Widya,,salah satu member NCC. Terimakasih ya bunda Widya ^^

Bahan :

  • 200 gr tepung terigu segitiga
  • 300 gr tepung tapioka/kanji
  • 300 ml air
  • 3 sdt garam
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 2 butir telur
  • 3 sdm minyak sayur 
Cara Membuat :
  1. Didihkan air, tambahkan bawang putih, garam. Kecilkan api lalu tambahkan tepung terigu. Aduk cepat sampai rata. Matikan api, biarkan dingin
  2. Setelah adonan tepung terigu dingin, masukkan minyak sayur. Uleni sampai rata lalu tambahkan telur. Uleni lagi sampai rata
  3. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis. Timbang kurleb 40 gr, bulatkan lalu bentuk lonjong (lenjer)
  4. Rebus adonan dlama air mendidih yang sudah ditambahkan minyak sayur + garam (secukupnya)
  5. Angkat & tiriskan. Dinginkan
  6. Goreng
Dalam percobaan ketiga ini pennggunaan minyak sayur aku ganti dengan kecap ikan. Tujuannya sih untuk memberi aroma ikan saja. hehehe..... 
Untuk resep kuah cukonya seperti kuah cuko yang banyak bersliweran di paman google. Tapi untuk airnya aku kurangi, karena ingin kuahnya sedikit kental.
Foto ini adalah foto pempek yang belum digoreng lho bun. Untuk yang sudah digoreng belum sempat di foto sudah habis duluan ^^


Banana Choco Cake


Setiap kali panen pisang selalu baking cake yang satu ini. Selain rasanya yang enak, anak lanang juga doyan. Kali ini tidak kutulis resepnya karena sudah pernah ku posting. Resepnya bisa dilihat disini ya. Happy baking ^^


Tuesday, November 18, 2014 10:44 PM

Yogurt


Sejak dulu ingin sekali membuat yogurt sendiri. Akhirnya dengan bondo nekat aku membuatnya. Untuk pertama kalinya iseng pakai susu kedelai dan sukses gagalnya. Tak tahu juga sebab gagalnya yang pasti setelah itu tidak berniat untuk mencoba membuat yogurt lagi.
Alhamdulillah sekarang telah tumbuh semangat baru untuk menaklukkan si ST & LB ini. Apalagi sekarang aku sudah menemukan penjual susu sapi murni di kota Negara tercinta. Tepatnya hari sabtu kemarin hari aku mengeksekusi susu & ST,LB ini. Yeahh,,,,berhasil........


Untuk kultur bakterinya aku ambil dari yogurt jadi yang banyak beredar di supermarket seperti merk cimori atau biokul. Kemarin aku sendiri pakai cimori rasa leci & selama masa inkubasi wadah susu aku tempatkan diatas magic com selama kurleb 8 jam. Kalau aku kemarin lebih dari 8 jam karena ketiduran ^^. Setelah itu baru disimpan dilemari es & bisa disajikan dengan irisan buah diatasnya.

Sunday, November 9, 2014 8:42 PM

Donat dan Roti Labu Kuning

Ceritanya nih masih ada stok labu kkuning sisa membuat bubur manado & puding. Bingung mau dibuat apa lagi...antara talam & donat/roti. Akhirnya pilihan jatuh pada donat. Sekalian aku juga pengen menaklukkan si ragi ini. Karena sudah 5x membuat donat/roti hasilnya selalu mengecewakan. Adonan tidak mau mengembang & hasilnya keras (bantat). Unttuk resep asli aku ambil dari dapurnya mb hesti yang aslinya pakai ubi ungu. Kali ini ubi ungu aku ganti dengan labu kuning. Labu kuning (masih dengan kulitnya) dikukus, setelah matang kerok dengan sendok. Ternyata eh ternyata,,,,hasil keroan labu kuningku tidak pas dengan resep aslinya. Akhirnya takaran tepungnya aku pakai feeling. Bila adonan masih lengket,,aku tambah tepung. Uleni sampai elastis, halus, lentur.
Berikut resep aslinya ^^

Bahan :

  • 350 gr tepung protein tinggi 
  • 100 gr tepung protein rendah 
  • 200 gr ubu ungu kukus, haluskan (aku pakai labu) 
  • 10 gr ragi instan 
  • 2 kuning telur 
  •  75 gr susu bubuk 
  • 75 gr gula pasir 
  • 200 ml air hangat 
  • 60 gr margarin 
  • 1 sdt garam 
Olesan: 1 kuning telur & 3 tetes susu cair 

Cara Membuat : 
  1. Masukkan ragi dalam air hangat, biarkan selama 15 menit sampai berbusa 
  2. Dalam mixer roti,,masukkan tepung terigu, ubi halus, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur & air ragi. Mulai nyalakan mixer. Proses sampai kalis. Masukkan garam & margarin. Mixer sampai adonan elastis, sudah halus & lentur 
  3. Tutup dengan kain lembab, fermentasikan selama 45 menit 
  4. Kempiskan adonan, timbang 30 gr, lalu beri isian. Bentuk sesuai selera. Oles dengan bahan olesan. Panggang selama 12-15 menit suhu 200 C Angkat, olesi dengan butter 
Dalam pembuatan donat & roti labu kuning ini aku tidak 100% plek sama dengan mb hesti :
  1. Ragi tidak aku campur dengan air hangat => semua bahan kering (tepung, labu, susu, gula pasir) aku campur. Aduk rata 
  2. Setelah itu masukkan kuning telur & air. Mulai nyalakan mixer. Proses sampai kalis 
  3. Masukkan garam & margarin. Uleni manual pakai tangan, karena kalau pakai mixer adonan lengket semua ^^
  4. Adonan aku proofing dua kali : profing pertama selama 1 jam kemudian kempiskan. Adonan dibentuk sesuai selera lalu diproofing kembali selama 30 menit
Dalam tahap ketiga inilah yang menurutku tahap yang paling menentukan berhasil tidaknya suatu roti/donat. Adonan harus benar-benar halus,lentur & elastis. Ciri adonan halus,lentur, elastis adalah apabila adonan ditarik tidak akan putus. Alhamdulillah kemarin aku berhasil membuat adonan yang seperti itu. Mungkin itulah kunci keberhasilannya selain ragi yang masih aktif ^^ Penampakan roti labu kuning. Isiannya pakai DCC & keju quickmelt




Martabak Manis


Martabak manis.......Siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini???? Kalau di Sidoarjo (tanah kelahiranku) biasa disebut terang bulan. Dulu,,,,bisanya cuma beli jadi di mas-mas martabak & sekarang bisa membuat sendiri. Alhamdullillah,,,rasanya pun tidak kalah sama yang dijual-jual & pastinya bersarang lho bun. Apabila ingin lebih bersarang lagi adonan didiamkan selama 1-2 jam. 

Resep asli dari mb Rina ini telah diuji coba oleh ibu-ibu member NCC. Selain memakai pan khusus martabak,,bunda semua bisa memakai wajan teflon yang biasa buat masak lho. Kebetulan aku belum punya pan khusus martabak jadi wajan teflon yang nangkring di dapur bisa diberdayakan. Hehehe,,,, Dibawah ini bentuk martabak setelah keluar dari wajan teflon. Atasnya aku oles tipir dengan margarin, SKM, meises coklat & kacang tanah (blender kasar). 



Bahan : 
  • 250 gr tepung terigu serbaguna 
  • 50 gr gula pasir 
  • 1/4 sdt baking powder 
  • 1/4 sdt garam 
  • 300 cc susu cair 
  • 3 butir telur 
  • 30 gr gula 
  • 1/2 sdt fermipan 
  • 1/4 sdt baking powder 
  • 50 gr mentega dicairkan (aku pakai margarin)
Taburan diatas: Butter (pakai margarin) Gula pasir (aku tidak pakai) SKM Keju parut (aku tidak pakai) Meisis coklat 

Cara Membuat :
  1. Campur jadi satu terigu, gula pasir, baking powder & garam Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan whikser Setelah tercampur masukkan fermipan. Istirahatkan selama 30 menit 
  2. Ditempat lain kocok telur & gula (kocok pakai garpu saja), kemudian masukkan kedalam adonan yang sudah diistirahatkan selama 30 menit Terakhir masukkan mentega cair & baking powder 
  3. Panaskan cetakan, ambil satu sendok sayur adonan. Biarkan adonan sampai mengembang & berlubang, taburi dengan gula pasir kemudian tutup hingga matang 
  4. Angkat martabak dari cetakan, beri olesan butter, SKM, keju parut, meisis atau topping sesuai selera sebagai taburan. 
Note :
  1. Harap resep dibaca dengan teliti. Resep yang ditulis ulang 2x bukan karena kesalahan pengetikan. Tetapi memang waktu pemasukan ke adonan yang berbeda
  2. Pastikan pan martabak atau wajan teflonnya benar-benar panas. Kalau belum panas hasil martabaknya kurang bersarang & bantat. Masaknya pakai api kecil ya bun,,biar tidak cepet gosong

Sate Jamur

Bosan dengan olahan jamur tiram yang selalu dibuat jamur krispi atau pepes jamur,,, akhirnya aku mencoba olahan baru. Sate jamur. Yupz,,, sepertinya enak ni & patut untuk dicoba. Inspirasi ini berawal dari obrolan dengan mb Nining. Beliaulah yang memperkenalkanku dengann sate jamur ini. Terimakasih mbak atas inspirasinya ^^ untuk resep asli dapat dilihat disini & dibawah ini resep sate jamur versiku, tanpa bahan pelengkap. Bisa terlihat di foto diatas yang sepi ^^

Bahan :
  • 250 gr jamur tiram putih, cuci bersih, rebus sebentar
  • 250 gr kacang tanah, sangrai, blender halus
  • air panas secukupnya
  • 1 buah jeruk limau
  • kecap manis secukupnya
Bumbu :
  • 4 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih, goreng sebentar
  • garam secukupnya
  • gula merah secukupnya
Cara Membuat :
  1. Potong atau suwir-suwir jamur tiram yang sudah direbus. Tusukkan jamur ke tusukan sate
  2. Haluskan semua bumbu, kemudian tambahkan kacang tanah halus, air jeruk limau, kecap manis & air. Aduk rata
  3. Celupkan sate jamur kedalam bumbu kacang tanah, Kemudian panggang sambil sesekali dioles dengan bumbu
  4. Bumbu kacang yang masih tersisa bisa digunakan untuk siraman diatas sate jamur
  5. Bisa ditambahkan pelengkap (jika suka) : irisan kol, potongan tomat